KARAWANG || Infokus.web.id – Kedangkalan sedimentasi tanah yang akan masuk di ambang batas terjadi di wilayah kecamatan tirtajaya kabupaten Karawang
Dangkalnya tanah mengakibatkan aliran air untuk keperluan dan kebutuhan para petani di masa tanam padi jadi berkendala.
Hal tersebut di katakan oleh kepala UPTD wilayah 5. Samsul mengatakan. Beberapa kepala desa dan pengurus GP 3 menyerukan, ingin adanya program pengerukan sungai di wilayah tirtajaya. Desa medankarya, Desa bolang, Desa Kutamakmur, lalu Desa Srikamuliyan selasa (10/12/2024). “Papar Samsul.

Samsul menambahkan, Padahal permohonan tersebut sudah lama di ajukan ke dinas kabupaten. Akan tetapi sampai sekarang belum juga terealisasi. Kami sudah berikan informasi tersebut. Dan jawaban dari bidang terkait
akan dikoordinasikan dengan Pihak PJT katanya.
Lebih lanjut, kami berharap dari pihak PJT, bapak ade golun agar terus mendorong ke dinas sehingga realisasi program normalisasi sungai yang dangkal ini bisa secepatnya di laksanakan. untuk kepentingan masyarakat lanjut terus.

Terkait sulitnya turun program normalisasi sungai yang dangkal di beberapa desa tersebut, saya sama pak ade golun juga bingung. Ko kenapa ajuan belum juga di acc. Padahal sungai di wilayah beberapa desa tersebut itu sudah dangkal. Makanya saya tidak bosan bosan untuk follow up trus sampai permohonan dan permintaan ini bisa terwujud. Tugas saya di UPTD hanya menampung dan menyampaikan usulan. kebijakan tetap ada di dinas. “Pungkas Samsul.
Kepala Desa Bolang meminta Program normalisasi sungai saluran sekunder antara bolang, Kutamakmur dan srikamuliyan, bisa di sergerakan. Contoh nya salah satu yang sudah dangkal wilayah kami, kali parumpung cipugal. sudah sangat dangkal. Harus ada penanganan serius apalagi sekarang mau menghadapi musim hujan. Kami sudah layangkan proposal permintaan urgen tapi sampai hari ini belum juga ada tindakan dari pemerintah dan dinas terkait. “Ucapnya
Hal senada di ungkapan oleh juhariyah kepala desa kutamakmur. Ia pun meminta adanya program normalisasi saluran irigasi sekunder yang ada di depan kantor desa segera terlaksana demi kelancaran air bagi petani. karena wilayah hilir cerita nya berulang kembali telat musim tanam karena kekurangan air.
Aliran air sekunder merupakan aliran yang vital bagi petani di wilayah hilir. terutama Bolang, Kutamakmur dan srikamulyan. karena pendangkalan dan penyebab lain nya, air jadi tersendat. seperti contoh adanya jembatan yang terlalu rendah hingga menghambat aliran air. ini juga perlu penanganan serius dari pihak terkait saat ada nya pembangunan jembatan, jangan sampai adanya jembatan menjadi arus air jadi terhambat. “urainya
Menyikapi adanya kedangkalan sungai sehingga pasokan air untuk area pertanian jadi terkendala, ketua Ikatan Kepala Desa Nurhali Desa Medankarya meminta Camat Tirtajaya bisa segera menindak lanjuti keluhkan ini. Camat bisa segera meminta ke pemerintah kabupaten dan dinas terkait dengan surat permohonan urgen sehingga program normalisasi sungai bisa secepatnya di laksanakan. Sebelum musim hujan tiba dan musim tanam padi datang. ”
Adanya permintaan normalisasi juga datang dari GP3 Desa Medankarya, Umar meminta secepatnya pengerukan sungai SS Tambun segera di laksanakan demi lancar nya air untuk kepentingan para petani padi sehingga keperluan dan kebutuhan air bisa tercukupi. “Papar Umar
Sementara itu, Ade Golun pihak dari PJT II Rengasdengklok, saat di mintai keterangan adamya permohonan program normalisasi sungaj yang dangkal di wilayah kecamatan tirtajaya, melalui pesan chat whatsapp menyampaikan, PJT Akan membangun komunikasi dulu dengan Dinas terkait. ” katanya
Terpisah Kepala PJT II Rengasdengklok Arif mengatakan. terkait kendangkalan tanah di wilayah tirtajaya, PJT dengan kepala Dinas pertanian sudah bertemu dan membahas bagaimana normalisasi sungai dangkal bisa terealisasi.
Semoga program normalisasi pengerukan dangkal nya tanah secepatnya bisa di laksanakan. “pungkasnya
Sementara itu Pihak Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Dian dalam pesan chat whatsapp terkait hal tersebut belum ada kabar dari pak kabid. ” ucapnya
•Red



