Mon - Sat 8.00 - 17.00

spot_img

GEMPAR Kecam Pernyataan Menteri Yandri Sebut LSM Dan Wartawan Bodrek Tanpa Menggunakan Kata Oknum

spot_img

KARAWANG || Infokus.web.id || Gerakan Masyarakat Peduli Karawang (GEMPAR) mengecam keras pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto, yang menuduh Wartawan Bodrex dan LSM abal-abal tanpa menyebutkan oknum yang dimaksud dalam acara sosialisasi yang disiarkan langsung pada 1 Februari 2025 melalui kanal YouTube Kementerian Desa.

Dalam pernyataannya, Menteri Yandri menyebutkan bahwa Wartawan dan LSM sering meminta uang kepada kepala desa, bahkan mengklaim angka permintaan uang mencapai satu juta rupiah per desa.

Berita Lainnya  Istana Negara Jadi Pusat Perhatian, Prabowo Lantik Menteri Baru Siang Ini

Menurut ketua GEMPAR, pernyataan Menteri Desa sangatlah tidak berdasar dan tidak menghargai peran wartawan dan LSM dalam mengawal pengelolaan keuangan desa dan mencemarkan nama baik seluruh profesi Wartawan dan LSM yang bekerja secara profesional.

IMG_20250202_095028 GEMPAR Kecam Pernyataan Menteri Yandri Sebut LSM Dan Wartawan Bodrek Tanpa Menggunakan Kata Oknum

“Kami melakukan kontrol untuk kepentingan bangsa dan negara. Ada UU yang mengatur keberadaan kami. Jangan membatasi peran Wartawan dan LSM dalam mengawasi pengelolaan dana desa. Fungsi pengawasan yang dilakukan oleh Wartawan dan LSM sangat penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan pemerintahan”. Ujar Mulyadi, ketua GEMPAR.

Berita Lainnya  Monitoring Bumdes, DPMD Karawang Terjun Langsung Ke Desa Tambaksumur

Lebih lanjut, ia juga menegaskan, ‘jika bersih kenapa risih’ pernyataan Menteri Desa Yandri tidak dapat digeneralisir untuk semua Wartawan dan LSM. “Jangan asal bicara jika tak tau masalahnya. Jika ada kades yang memberi uang sampai jutaan, itu bisa dipastikan keuangan desanya bermasalah,” ujarnya

Berita Lainnya  Dr. Weldy Mendorong Segera Revisi Undang-Undang Advokat

Kami berharap Menteri Desa dapat mengapresiasi peran Wartawan dan LSM yang menjalankan tugasnya secara profesional, dilindungi hak-haknya dan tidak dikorbankan dengan tuduhan yang tidak jelas dan tidak berdasar.

Terkait dengan pernyataan tersebut kami meminta menteri desa mengklarifikasi apa maksud dengan mengucapkan kata LSM dan Wartawan “Bodrex” dan LSM “abal-abal” itu tampak menyebut “oknum” dimaksud”. Tandasnya

 

•Red

Bagikan

BERITA LAINNYA

BERITA POPULER

- Advertisement -spot_img

TOPNEWS

NASIONAL

DAERAH

TRENDING

PENDIDIKAN

INDEKS