Karawang − Infokus.web.id − Tim pelaksana: Widya Febryari Anita (Dosen FEB, prodi Akuntansi), Novi Permata Indah (Dosen FT, Prodi Teknik Mesin), Ratini (Dosen FT, Prodi Teknik Lingkungan) beserta 3 mahasiswa prodi Akuntansi dan 3 Mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Universitas Singaperbangsa Karawang.
- Tempat dan Waktu Kegiatan : Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang. Waktu pelaksanaan Juni- September 2025.
- Bentuk Kegiatan: Sosialisasi, pelatihan, dan workshop.
- Mitra kegiatan: Kelompok Wanita Tani Ar- Rama

Mengacu pada rancangan kegiatan anggaran 2025 Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Tim dosen dan mahasiswa Unsika mendukung program kegiatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang yakni program peningkatan diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dengan sub kegiatan pengelolaan usaha pengelolaan pangan bebasis sumber daya lokal. Program kerja ini hilirisasinya dalah pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT). Program pembinaan ini berfokus pada kegiatan pengolahan hasil pertanian yang menjadi ciri khas desa atau kecamatan setempat. Tujuannya adalah pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal dan mengembangkan usaha ekonomi produktif berbasis hasil pertanian lokal.
Tim pengabdian masyarakat mengimplementasikan salah satu metode dalam ilmu Akuntansi Manajemen Lingkungan yakni Material Flow Cost Accounting (MFCA). Metode ini berfokus pada penelusuran limbah, emisi dan nonproduk dan dapat membantu meningkatkan kinerja ekonomi dan lingkungan pada suatu industri. Implementasi dilakukan pada usaha kelompok wanita tani Ar Rama yang terletak di desa Telukjambe Kabupaten Karawang yang memproduksi olahan singkong dan pisang.

Kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan diawali dengan assesmen awal untuk mengetahui kondisi mitra dan memperkenalkan program. Seluruh kegiatan berisi FGD, observasi mitra di lapangan dan pengisian kuisioner untuk melihat keterbatasan mitra. Kegiatan tahap kedua yakni pelatihan GMP dan alur produksi. Kegiatan dilakukan dalam bentuk demo praktik sanitasi dan layout produksi. Hasil dari kegiatan kedua adalah penerapan kualitas higienitas dan efisiensi selama proses produksi kiripik pisang dan singkong. Kegiatan tahapan ketiga yakni penererapan dasar Material Flow Coct Accounting (MFCA). Pada kegiatan ini tim pengabdi melakukan identifikasi aliran bahan dan pembrosan pada bahan dan biaya selama proses produksi keripik pisang dan singkong di KWT Ar Rama. Hasilnya tim menemukan aliran material yang menjadi sumber pemborosan pada bahan baku dan limbah dari bahan baku. Bedasarkan hal tersebut tim menyusun strategi perbaikan pemborosan bahan baku dan pengolahan limbah dari pisang dan singkong. Untuk pemborosan pada bahan baku tim pengabdi memberikan solusi berupa pemberian alat teknologi tepat guna. Alat tersebut diantaranya: alat pengiris singkong dan pisang elektrik. Manfaat penggunaan alat ini mengurangi secara signifikan sisa dari hasil irisan pisang dan singkong yang terbuang. Selanjutnya mesin penggiiling tepung. Alat ini dimanfaatkan untuk mengolah pati hasil endapan rendaman singkong agar tidak terbuang dan jadi limbah. Hasilnya alat ini membantu menghasilkan tepung singkong yang dimanfaatkan kembali oleh KWT Ar Rama untuk jadi bahan dasar pembuatan peyek. Terakhir tim pengabdi mencoba mencarikan solusi untuk permasalahan limbah kulit pisang, kulit singkong, dan bonggol kayu singkong yang terbuang dari proses produksi. Untuk menenkankan pemanfaatan metode MFCA yang mengacu pada pengolahan limbah industri tim berupaya menemukan kolaborasi antara KWT Ar Rama dengan peternak kambing. Tim mencoba mengintegrasikan limbah yang selama ini terbuang dengan pengolahan limbah untuk pakan ternak dan kompos. Hasilnya tim berhasil menjadikan kulit singkong sebagai pakan ternak kambing dan kulit pisang sebagi kopmpos



