Mon - Sat 8.00 - 17.00

spot_img

Ketua LKSA Al Munawar Tersulut Emosi : Warga Kampungsawah Jadi Sasaran

spot_img
IMG_20240924_154045 Ketua LKSA Al Munawar Tersulut Emosi : Warga Kampungsawah Jadi Sasaran
KARAWANG, Infokus – Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al Munawar yang berlokasi di Dusun Jati Manggah Desa Bolang Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang menerima saat diberitakan perihal adanya dugaan penyimpangan bantuan yang di sinyalir tidak terealisasi dengan baik.

Pasalnya, menurut informasi yang didapat bahwa LKSA tersebut hanya memiliki empat anak asuh sehingga timbul pertanyaan masyarakat terkait kelayakannya. Namun sangat di sayangkan, ketua LKSA tersebut bukannya memberikan klarifikasi dengan baik tetapi malah melontarkan kata kata yang tidak pantas untuk diucapkan.

Berita Lainnya  Desa Pajaten Laksanakan MUSRENBANGDes Penyusunan RKPdes Tahun Anggaran 2025

“Saya minta hak jawab dari pemberitaan itu. Berita itu gak hoax. Saya juga banyak kenal orang, saling menghargai dong!” Kata Ketua LKSA dengan nada tinggi kepada awak media

Namun, bukan hanya ketegangan kemarahannya yang tinggi, Ketua LKSA Al Munawar tersebut juga malah melontarkan ucapan yang sangat tidak pantas.

Berita Lainnya  Deretan Pimpinan Derap Hukum Sambut Hangat, Kedatangan Kaperwil Kepri di Kantor Pusat

“Bapak orang Kampungsawah, berarti orang Kampungsawah berengsek semua.” Ucapnya lagi seraya penuh kemarahan.

Adanya pernyataan tersebut memicu reaksi keras salah satu tokoh masyarakat inisilan AK dan sebagian masyarakat Kampungsawah.

“Saya sebagai orang Kampungsawah dan tempat kelahiran, saya tidak terima dengan ucapan Ketua LKSA Al Munawar yang menyebut orang Kampungsawah berengsek semua,” Ujar AK salah satu tokoh masyarakat setempat kepada media, Selasa (24/9/2024)

Berita Lainnya  Diduga, PT. RCK Lakukan Penggelapan Dan Penipuan kepada CPMI Asal Lampung

“Kalau mau menyebutkan ya, tentunya dengan oknum yang bersangkutan, jangan membawa nama semua orang Kampungsawah. Terkait hal ini, jelas saya tidak terima dan akan menempuh jalur hukum. Saya juga akan mendatangi kepala desa untuk membahas masalah ini,” Tambahnya.

Kasus ini memperlihatkan betapa buruknya etika seorang ketua lembaga sosial yang seharusnya menunjukkan sikap bijak dan beradab, namun justru terjebak dalam kemarahan dan bahasa yang tidak mencerminkan budi pekerti seorang pemimpin sosial.

(Red)

Bagikan

BERITA LAINNYA

BERITA POPULER

- Advertisement -spot_img

TOPNEWS

NASIONAL

DAERAH

TRENDING

PENDIDIKAN

INDEKS