KARAWANG | Infokus.web.id – Terkait dengan adanya penyebrangan perahu yang tenggelam di wilayah kecamatan cilebar Egi Sekretaris Distrik LSM GMBI Kabupaten Karawang angkat bicara, atas nama lembaga sedari awal sangat menyayangkan adanya pembangunan jembatan. Menurut LSM GMBI pasalnya pihak pelaksanaan kurang matang dalam perencanaan pembangunan jembatan tersebut.
Dari awal saya sudah menyalahkan terkait pelaksanaan jembatan tersebut, mengapa menyalahkan dari pertamanya itu perencanaan dinas PUPR tersebut tidak matang. Kenapa tidak matang. kenapa akses jalan di arahkan arah desa lain arah ke betok mati. kenapa tidak dibikin jembatan alternatif terlebih dahulu sebelum pembongkaran pelaksanaan jembatan tersebut di kerjakan.
Saya sebagai LSM GMBi dari awal sudah menyampaikan ke dinas PUPR Karawang tolong di tinjau ulang untuk pelaksanaan pembangunan jembatan biar masyarakat dan lingkungan tidak terganggu untuk aksesnya melintas.”Papar Egi (18/09/24).
LSM GMBI secepatnya akan memberikan surat kami akan layangkan terkait dugaan kurang matangnya perencanaan pembangunan jembatan. Kami akan layangkan, mudah mudahan di hari senin ke Dinas PUPR. hari ini hari jumat, terus sudah malam juga kemungkinan hari senin kita layangkan surat audiensi ke dinas PUPR.
Penegasan dari LSM GMBI Karawang akan kirim surat audensi ke dinas PUPR itu yang pertama. yang kedua ke pelaksana perusahaan yang menjalankan kegiatan.
Sudah jelas di undang-undang kegiatan, harus melibatkan semua stakeholder salah satunya lingkungan terlebih dahulu karena lingkungan akan menjadi dampak pertama. Kenapa PUPR sama perusahaan yang mengelola pekerjaan tidak mensosialisasikan terlebih dahulu sebelumnya jika akan ada perbaikan jembatan yang mungkin akan menganggu akses pergerakan warga masyarakat yang melintas dari dua desa yang ada. “Ucapnya.
Sebelum pelaksanaan seharusnya mengedepankan sisi baiknya terhadap lingkungan. Karena apa, lingkungan itu selalu yang menjadi dampak pertama dirugikan. makanya kita dari LSM GMBI selalu mendorong dinas PUPR untuk meninjau ulang sebelum pelaksanaan di kerjaan. bahkan kami berharap dinas PUPR untuk merubah RAB untuk. kepentingan lingkungan terlebih dahulu. kenapa untuk lingkungan, pembuatan perahu tersebut bukan dari dinas PUPR. sedangkan proyek yang sedang berjalan dari dinas PUPR melalui anggaran APBD Kabupaten Karawang. tapi dalam pelaksanaan nya kurang matang karena tidak memikirkan bagaimana warga masyarakat melintas jika ini di perbaiki. “Terangnya
Menurut kami yang bagus, sebelum pelaksanaan jembatan di buat dahulu jembatan pengganti yang lebih aman nyaman jika di lintasi. Adanya perahu yang tenggelam dengan membawa warga masyarakat itu bukti dampak kurangnya perencanaan pelaksana.
Maka dari itu kami akan secepatnya layangkan surat audensi ke pemerintah Kabupaten Karawang dinas PUPR dan CV yang melaksanakan pekerjaan. Dugaan kurang matang perencanaan pelaksanaan pembangunan pekerjaan di wilayah kecamatan cilebar. “Tegas Egi
•Red



