Mon - Sat 8.00 - 17.00

spot_img

Muspika Kecamatan Tirtajaya Berharap Kondusifitas Lingkungan Terkait Adanya Kantor Kapolsek Tirtajaya Di Geruduk Warga

spot_img

KARAWANG | Infokus.web.id – Sebelum Ratusan massa warga Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mendatangi Kantor Polsek Tirtajaya, pada Kamis malam (31/10/2024).

Kedatangan warga tersebut dikarenakan mereka kecewa dan tidak puas dengan kinerja aparat kepolisian setempat.

Massa warga ini protes, terkait dugaan adanya pelanggaran prosedur oleh seorang oknum polisi berinisial A.

IMG-20241101-WA0006 Muspika Kecamatan Tirtajaya Berharap Kondusifitas Lingkungan Terkait Adanya Kantor Kapolsek Tirtajaya Di Geruduk Warga

Warga menilai oknum tersebut bertindak di luar batas dalam menangani kasus penangkapan dua pemuda yang dituduh mengonsumsi obat-obatan terlarang.

Ditemui awak media dilokasi, Ketua DPC Ormas GMPI Kecamatan Tirtajaya, Ursid Nursahid, menyebutkan bahwa oknum polisi berinisial A tersebut tidak hanya menggunakan kekerasan, namun juga meminta uang tebusan sebesar Rp5 juta.

Ia menjelaskan, kedua pemuda yang ditangkap, hanya nongkrong biasa, namun langsung dianggap pengguna tramadol dan bahkan dituduh sebagai bandar.

“Saat ditangkap, mereka dipukul dan dimintai uang sebesar Rp2 juta hingga Rp5 juta,” ujar Ursid.

Berita Lainnya  Karier Baru Dimulai, Bripda Fadel Tiba-Tiba Menghilang dan Bikin Geger

IMG_20241101_133039 Muspika Kecamatan Tirtajaya Berharap Kondusifitas Lingkungan Terkait Adanya Kantor Kapolsek Tirtajaya Di Geruduk WargaMasyarakat yang mengikuti aksi protes menekankan bahwa mereka tidak menentang penindakan jika memang terbukti bersalah. Namun, mereka mengecam keras adanya kekerasan dan dugaan pemerasan dalam prosesnya.

“Kalau terbukti bersalah, ya tangkap saja, tapi jangan main kekerasan dan jangan ada pungli,” tegasnya lagi.

Selain meminta tindakan terhadap oknum tersebut, warga menuntut agar pihak kepolisian lebih profesional dan tidak menyalahgunakan wewenang. Mereka juga meminta agar tindakan pemerasan dengan mengancam menggunakan senjata yang tidak sesuai prosedur dihentikan.

Ursid menambahkan bahwa sejumlah warga telah melaporkan kasus pemerasan lainnya yang melibatkan oknum yang sama. Kasus-kasus ini mencakup penahanan pengguna motor dengan surat lengkap, pedagang resmi, dan penjual arak Bali yang dimintai uang hingga Rp5 juta.

Sementara itu, Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tirtajaya, Agus Kusnadi, mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kasus ini kepada Kapolsek dan Provost untuk ditindaklanjuti.

Berita Lainnya  Sigap Jajaran Polres Subang Ringkus Pelaku Kekerasan Terhadap Jurnalis

“Kami sudah melaporkan kejadian ini ke Provost. Saya pribadi sering mengingatkan agar tugas dijalankan sesuai SOP,” ungkapnya.

Disisi lain Kabupaten Karawang saat ini tengah memasuki tahapan kampanye Pilkada Karawang yang digelar tanggal 27 November 2024 mendatang.

Tentunya dimasa kampanye ini, diharapkan kondisi dan situasi Kabupaten Karawang bisa tetap terus berjalan kondusif, dimana berbagai pihak bisa memberikan arti positif dimasyarakat sehingga tidak memancing emosional bahkan sampai menimbulkan masalah dan perpecahan.

Terkait dengan adanya kejadian warga masyarakat yang.menggeruduk kantor Kapolsek Tirtajaya kamis malam, Jumat pagi tanggal (01/11/2024) Muspika Tirtajaya lakukan pekumpulan dengan semua kepala desa se kecamatan Tirtajaya. Dengan chat undangan melalui via whatsapp yang di sampai kan ke salah satu kades.

Assalamualaikum
Disampaikan dengan hormat kepada bapak/ibu kades mohon kehadirannya dikantor camat Tirtajaya hari ini jam 9, perihal menyikapi kejadian semalam dipolsek Tirtajaya, demikian mohon maklum dan ditunggu kehadirannya. Trimakasih.

Berita Lainnya  Antisipasi Ricuh, Polres Metro Jakarta Pusat Siagakan 1.145 Personel di DPR/MPR

Saat di mintai keterangan Camat Tirtajaya menyampaikan kami bersama semua stakeholder, para kepala desa, tokoh pemuda, tokoh lembaga semua hadir. dan kami meminta dan berharap mari kita bersama sama menjaga situasi dan kondisi aman dan kondusif. Terkait kejadian yang telah terjadi , mudah – mudahan tidak terulang kembali di kemudian hari.

komunikasi antara muspika (kecamatan) dengan pak Danpos dengan pak Kapolsek kemudian dengan kepala desa semua sepakat untuk menjaga kondusifitas lingkungan. Dan terkait apa telah terjadi itu sudah bagian dari ranah nya Kapolres. “Paparnya..

Hal senada di sampaikan oleh Danposramil alhamdulillah hari ini semua stakeholder muspika dan para kepala desa hadir, dan kita sepakati bersama bagaimana bisa menjaga kondusifitas lingkungan aman, nyaman dan kondusif. “Pungkas Danposramil

 

•Red

Bagikan

BERITA LAINNYA

BERITA POPULER

- Advertisement -spot_img

TOPNEWS

NASIONAL

DAERAH

TRENDING

PENDIDIKAN

INDEKS