KARAWANG || Infokus.web.id || Proyek peningkatan jalan Karangpawitan–Purwamekar di Kecamatan Karawang Barat menuai sorotan tajam. Meski menelan anggaran sebesar Rp189.473.000 dari APBD 2025, hasil pekerjaan di lapangan justru memunculkan dugaan ketidaksesuaian dengan standar konstruksi.

Pantauan langsung di lokasi pada Kamis (10/7) menunjukkan permukaan jalan yang baru saja diaspal tampak pucat, tidak pekat, dan jauh dari kesan kualitas prima sebagaimana mestinya jalan baru. Kondisi pinggiran jalan pun memperlihatkan tekstur yang tak padat, tak merata, dan mudah mengelupas.
“Ini aspal pinggirannya nggak padat, dicongkel juga gampang mengelupas, Pak,” ujar seorang pengguna jalan yang kecewa melihat kondisi hasil proyek.

Warga setempat juga mengungkapkan kekhawatiran atas daya tahan jalan yang tampak asal jadi. “Saya mah bersyukur jalannya udah diaspal, tapi kalau gini caranya, takut sebentar juga udah rusak. Kena hujan dikit langsung hancur,” kata warga yang rutin melintas di jalur tersebut.
Kejanggalan lain terletak pada durasi pengerjaan proyek. Meski papan proyek mencantumkan masa pelaksanaan 60 hari kalender oleh CV Juanda Raya, sejumlah warga menyebut pengerjaan jalan hanya berlangsung semalam dan dilakukan secara terburu-buru pada malam hari.
“Nggak lama, Pak. Kayaknya sehari semalam langsung beres. Nggak kelihatan juga kerjaannya seperti gimana,” ucap warga lainnya.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan publik terhadap pelaksanaan proyek yang dinilai minim pengawasan dan dugaan berpotensi merugikan anggaran daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, baik pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang belum memberikan klarifikasi resmi atas keluhan warga dan temuan di lapangan.
•Red



