Mon - Sat 8.00 - 17.00

spot_img

Gudang Penuh Gula, Petani Desak Pemerintah Atasi Serbuan Impor

spot_img

JAKARTA | infokus.web.id – Petani tebu menyuarakan kekhawatiran bahwa program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo, khususnya pada sektor gula, berpotensi tidak tercapai. Pasalnya, hasil panen gula rakyat saat ini sulit terserap pasar lantaran tertekan derasnya impor.

“Kami mohon dalam forum baik ini, Komisi VI, ada solusi terhadap masalah petani tebu yang dihadapi sekarang agar industri gula ini tetap berjalan, swasembada gula bisa diraih, dipenuhi,” kata Sekjen Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI), M Nur Khabsyin, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, dikutip Kamis (21/8/2025).

Berita Lainnya  Diduga Kurang Pengawas Pekerjaan U-DITCH Ciptamarga Di Kerjakan Kurang Maksimal

Lebih parah dari gagalnya swasembada gula, petani khawatir bahwa situasi sulit saat ini berdampak pada rontoknya ekosistem gula, bahkan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pekerja di pabrik-pabrik tebu.

“Dari presiden ke presiden tidak pernah terwujud. Mudah-mudahan di era Presiden Prabowo swasembada gula terwujud. Kami mohon ada solusi hal ini, kalau nggak swasembada gula nggak terwujud, pabrik gula berhenti giling, terjadi PHK massal, roda ekonomi pada ekosistem gula ini terhenti. Ini yang kami takutkan,” sebut Nur.

Saat ini gula petani yang tidak laku sebanyak 100 ribu ton dan akan terus bertambah menumpuk di gudang pabrik gula. Ia meminta pemerintah harus mengambil langkah membeli gula petani melalui BUMN yang ditunjuk.

Berita Lainnya  Demi Lancarnya Air Dan Dukung Program Swasembada Pertanian Pangan, PJT II Rengasdengklok Bersihkan Eceng Gondok di Saluran Irigasi Batujaya,

“Gula kami menumpuk di gudang-gudang pabrik dan ini perlu ada solusi. Gula juga harus ada cashflow yang mencukupi kebutuhan sirkulasi musim giling, termasuk gaji karyawan. Kalau gula nggak laku bisa menyebabkan kerugian,” ujar Nur.

Padahal, petani mengaku telah menerima janji dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk tidak melakukan impor pada empat komoditas pangan yakni beras, jagung, garam, dan gula. Janji itu ia terima saat Zulhas berkunjung ke Lumajang dan Malang, hingga diulang kembali kala ia bertandang ke kantor Kemenko Pangan di Jakarta.

Berita Lainnya  Baladeka Network Bersama 3 Bisnis Center Karawang Dan IWO Indonesia Sukses Gelar Acara Car Free Day

“Pada 5 Februari kami diterima di kantornya, betul-betul selama harga gula nggak melonjak tinggi (tidak akan impor). Sekarang harga gula juga nggak melonjak, dari situ suasana pasar gula masih bagus, lelang kita Rp 14.700/Kg di atas HPP yang penting. Tapi ternyata itu di dalam pidato bahwa nggak impor, tapi Februari juga diputuskan untuk memenuhi CBP pemerintah impor gula 200 ribu ton,” sebut Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagikan

BERITA LAINNYA

BERITA POPULER

- Advertisement -spot_img

TOPNEWS

NASIONAL

DAERAH

TRENDING

PENDIDIKAN

INDEKS