KARAWANG | INFOKUS.WEB.ID — Keluhan warga dan pengguna jalan terkait kemacetan akibat proyek pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Proklamasi, Tanjungpura–Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak pelaksana proyek.
Ketua pelaksana proyek dari CV Karya Bersama Sejahtera, Rival Syarif Azizi, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pengguna jalan atas kemacetan yang terjadi pada Sabtu (13/12/2025), khususnya saat jam sibuk sore hari.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan para pengguna jalan atas kemacetan yang terjadi di Jalan Proklamasi. Proyek ini merupakan pemasangan PJU dari Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat,” ujar Rival.
Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat. Proyek pemasangan PJU tersebut dikerjakan sejak 22 November hingga 18 Desember 2025 dengan total 22 titik pemasangan dan nilai anggaran sebesar Rp52 juta.
Rival mengungkapkan, kemacetan yang terjadi disebabkan adanya kendala teknis pada armada truk molen yang digunakan untuk pengecoran tiang PJU. Awalnya, pihak pelaksana telah meminta agar truk molen dikirim pada pukul 13.00 WIB guna menghindari kepadatan lalu lintas.
“Namun, truk molen mengalami kendala ban kempes sehingga baru tiba sekitar pukul 15.00 WIB, bertepatan dengan jam padat kendaraan di ruas Jalan Proklamasi,” jelasnya.
Menurut Rival, kondisi jalan yang merupakan jalur provinsi dengan tingkat kepadatan tinggi dan belum dilakukan pelebaran turut memperparah kemacetan saat pekerjaan berlangsung.
“Kami sebenarnya sudah mengantisipasi, tetapi karena kendala teknis tersebut, pekerjaan baru bisa dilakukan sore hari. Untuk itu, sekali lagi kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ucapnya.
Rival menegaskan bahwa proyek pemasangan PJU tersebut dilakukan demi kepentingan masyarakat, mengingat banyak lampu penerangan di ruas jalan tersebut yang sebelumnya sudah tidak berfungsi.
“Pekerjaan ini kami percepat agar penerangan jalan bisa segera menyala kembali dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun kami menyadari, dalam pelaksanaannya terjadi gangguan lalu lintas, dan kami bertanggung jawab atas hal tersebut,” pungkasnya. (*)



